HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI HEMODIALISIS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI INTRADIALISIS PADA PASIEN RUTIN HEMODIALISIS DI RS X JAKARTA

Authors

  • Niarti Utami Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Indonesia Author
  • Dwi Agustina Institut Kesehatan dan Teknologi Pondok Karya Pembangunan, Jakarta, Indonesia Author

Keywords:

frekuensi, Gagal Ginjal Kronik, hemodialisis, Hipertensi, intradialisis

Abstract

Latar belakang. Terapi hemodialisis adalah tindakan pengobatan yang digunakan untuk pasien gagal ginjal 
yang memiliki tujuan bertahan hidup. Terapi ini juga memiliki efek samping pada kondisi fisik maupun 
psikologis pada penderitanya. Komplikasi yang terjadi saat dilakukan proses hemodialisis adalah hipertensi, 
hipotensi, kram otot, muntah, dan mual. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan 
antara frekuensi hemodialisis dengan kejadian hipertensi intradialisis di Unit Hemodialisis RS X Jakarta. 
Metode. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 156 
responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan sampel sesuai kriteria 
inklusi dan eksklusi. Hasil. Hasil penelitian didapat sebagian besar frekuensi hemodialisis 3 kali seminggu 
sebanyak 79 (50,6%) orang. Tekanan darah didominasi pada nilai 140-159/90-99 mmHg sebanyak 104 
responden (66.7%). Hasil statistik analisis bivariat antara frekuensi hemodialisis dengan kejadian hipertensi 
intradialisis adalah 0,001 (p-value < 0,005). Simpulan. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang 
signifikan antara fekuensi hemodialisis dengan kejadian hipertensi intradialisis. Saran bagi perawat ruang 
hemodialisis untuk melakukan pencegahan terjadinya hipertensi intradialisis. 
Kata kunci: frekuensi, Gagal Ginjal Kronik, hemodialisis, Hipertensi, intradialisis 

 

Abstract 
Background. Hemodialysis therapy is a primary treatment for patients with chronic kidney failure, aimed 
at extending life expectancy. However, hemodialysis is often accompanied by side effects that affect both 
physical and psychological conditions. Common complications during hemodialysis include hypertension, 
hypotension, muscle cramps, nausea, and vomiting. Objective. This study aimed to determine the 
relationship between hemodialysis frequency and the incidence of interdialytic hypertension in the 
Hemodialysis Unit of Hospital X in Jakarta. Method. A descriptive-analytical study with a cross-sectional 
approach was conducted, involving 156 respondents selected through purposive sampling based on inclusion 
and exclusion criteria. Results. Most respondents underwent hemodialysis three times per week (79 
respondents, 50.6%). Blood pressure measurements predominantly ranged from 140–159/90-99 mmHg 
(104 respondents, 66.7%). Bivariate analysis showed a significant relationship between hemodialysis 
frequency and the incidence of interdialytic hypertension (p-value = 0.001; p-value <0.005). Conclusion. 
There is a significant relationship between hemodialysis frequency and the occurrence of interdialytic 
hypertension. Nurses in the hemodialysis unit should enhance preventive measures to mitigate the risk of 
hypertension during hemodialysis procedures.

Author Biographies

  • Niarti Utami, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Indonesia

    Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Indonesia

  • Dwi Agustina, Institut Kesehatan dan Teknologi Pondok Karya Pembangunan, Jakarta, Indonesia

    Institut Kesehatan dan Teknologi Pondok Karya Pembangunan, Jakarta, Indonesia

Published

2025-08-02